:

13 Desember 2007

Lentera Bunda Mempersembahkan Beranda Kita

Berawal dari keinginan menyalurkan bakat dan mengapresiasi kesenian, empat perempuan berkomitmen melebur dan bersinergi dalam sebuah wadah bernama Lentera Bunda. Awalnya, mereka bertemu dan sering berdiskusi kecil di Sekolah Lentera Insan, maklum mereka sering bertemu saat menunggu sang buah hati selesai menuntut ilmu atau saat parenting diadakan. Tiga orang adalah orang tua murid dan satu lagi adalah pendiri sekaligus psikolog Sekolah Lentera Insan. Dari berbagai diskusi kecil tersebut dan merasa memiliki visi yang sama bahwa pendidikan berawal dari rumah, tercetus ide mendirikan sebuah wadah bernama Lentera Bunda.

Keempat perempuan tersebut adalah Fitriani F. Syahrul, Msi, Psi, seorang psikolog yang berkecimpung di dunia pendidikan pada TK & SD Lentera Insan, praktek di RSIA Tumbuh Kembang Cibubur serta narasumber pada beberapa tabloid dan harian yang berhubungan dengan anak. Kemampuannya memetik gitar menunjukan kecintaannya pada seni. Sementara Tranty Hasan, sejak kecil menyukai dunia tarik suara, bahkan tiap pekan tampil menyanyi di TVRI. Aktifitasnya di Sekolah Lentera Insan mengasah kemampuannya menciptakan lagu anak-anak pada berbagai pementasan Teater Lensa. Suaranya yang merdu melahirkan karya seni yang indah. Sedangkan bagi Metta F. Ariono, musik telah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Dia juga aktif sebagai pemain flute pada beberapa kelompok musik, seperti Jakarta Chamber Orchestra, The Jakarta Opera Society, Jakarta Conservatory Wind Ensamble, dan Beila Voce Chamber Music. Serta aktif pula sebagai pendidik di Jakarta Conservatory of Music. Tiupan flutenya membuat hati menjadi teduh. Dan yang terakhir, Chichi Sukardjo, sejak di bangku kuliah sudah berperan aktif membina anak-anak kaum dhu'afa dan anak jalanan. Perempuan ini menggeluti bidang broadcast lebih dari 9 tahun sebagai presenter, moderator dan scriptwriter. Penulis yang sudah menghasilkan 6 buku (4 sudah diterbitkan) ini juga seorang motivator, pendongeng dan pengusaha.
Berangkat dari bakat-bakat luar biasa ini, mereka kini memiliki program bernama Beranda Kita, sebuah pementasan seni sarat dengan pendidikan melalui lagu, musikalisasi puisi diiringi flute dan gitar dan diselingi dialog interaktif tentang tema yang diangkat. Tema yang diangkat Beranda Kita berkisar pada pendidikan, anak, dan perempuan. Khusus untuk bulan Desember ini tema yang diangkat tentang Ibu, disesuaikan dengan peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember. Program Beranda Kita direncanakan akan dilaksanakan melalui format off air, on air dan buku, tetapi saat ini lebih difokuskan pada format off air ke sekolah-sekolah, pengajian, organisasi sosial kemasyarakatan, dan lain-lain. Program ini dapat pula dimanfaatkan oleh masyarakat umum, dengan durasi minimal 45 menit program ini dapat dikombinasi dengan program acara yang sudah ada ataupun dirancang untuk full program.
Program Beranda Kita diharapkan menjadi sarana alternatif bagi orang tua dalam menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri serta mampu menjadi orang tua yang efektif dan afektif bagi anak-anaknya. Melalui seni dan musik diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang santun, indah dan bermakna antara orang tua dan anak. Dari lingkungan terkecil yaitu rumah, diharapkan akan lahir generasi emas yang berkualitas, berkarakter dan bergantung pada TUHAN pada dekade mendatang, Success From Home, semua berawal dari rumah.
Berikut penggalan puisi karya Chichi Sukardjo berjudul PESAN yang diperdengarkan kepada Adinfo diiringi senandung, flute dan gitar:

......................Bunda pernah bilang,
'berusahalah berlaku jujur, sayang
karena kejujuran adalah mata uang
yang berlaku dimanapun kau berada
jangan pernah kau tukar kejujuran dengan apapun
karena bila kejujuran telah sirna dalam perilaku
yang tersisa hanya buih-buih amalan semu'......................



[+/-] Selengkapnya...


Tidak ada komentar: