:
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2009

Sekolah Tunas Global

Gelar dr. Doolittle’s Day

Ber-valentine di Sekolah Tunas Global – Depok Jawa Barat sungguh sangat menyenangkan, sebuah pengalaman yang unik dan mengesankan bisa terlibat di acara dr. Doolittle’s Day yang digelar pada Sabtu, 14 February 2009 lalu.


Acara yang diadakan Sekolah Tunas Global itu berisi rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap binatang. Program tersebut diberi nama dr.Doolittle’s Day. Terinspirasi dari tokoh dokter hewan di film dr.Doolittle, sekolah Tunas Global menjadikan program ini sebagai program unggulan Sekolah Tunas Global.
Dapat Anda bayangkan serunya acara ini, karena sebuah kebun binatang dalam skala kecil berada di tengah-tengah halaman sekolah. Kegiatan dr. Doolittle’s Day ini merupakan kegiatan yang memberikan kesempatan bagi semua siswa, khsususnya siswa Sekolah Tunas Global untuk bisa berinteraksi langsung dengan binatang-binatang yang sengaja didatangkan secara khusus oleh Sekolah Tunas Global dari Taman Safari Indonesia, Kampung 99 Pepohonan dan para pecinta binatang yang ada di sekitar lokasi sekolah.
Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi, ratusan anak-anak bersama keluarga masing-masing terlihat surprise karena baru kali ini bisa melihat binatang di halaman Sekolah Tunas Global. Berbagai jenis binatang yang dapat mereka lihat dalam acara itu antara lain kuda, kerbau, harimau, ular dan aneka binatang piaraan lainnya. Salah satu binatang yang sangat spesial dari kegiatan ini adalah adalah kunang-kunang, hampir semua pengunjung dr. Doolittle’s Day ini terlihat sangat antusias untuk bisa melihat binatang yang biasa muncul di malam hari tersebut.
Kegiatan seru lainnya dari acara tersebut adalah pet show, naik kuda, foto bersama binatang, membuat masakan dari bahan ikan dan berbagai jenis games. Di Pet Show, anak-anak memperkenalkan binatang piaraannya ke pengunjung acara ini. Raut wajah bangga terlihat jelas saat mereka diberi kesempatan untuk menunjukan binatang piaraannya. Sementara kehebohan anak, bapak, dan ibu, juga terjadi di kegiatan game. Bersama papa dan mama, anak-anak terlihat antusias mengikuti berbagai jenis game berkaitan dengan binatang. Salah satu game yang heboh adalah memasangkan kalung pada leher bebek. Tawa bergema memenuhi lingkungan sekolah Tunas Global. ”Acara ini sangat menghibur, ” ucap Delika, salah satu pengunjung acara itu.
Tidak hanya unsur hiburan yang terasa dari acara ini, unsur edukasi juga sangat kental sekali. Pengunjung, khususnya anak-anak bisa mendapatkan informasi langsung mengenai binatang-bintang yang mungkin tidak pernah mereka lihat seperti domba dan kambing gunung, secara langsung ataupun melalui media audio visual. Mereka juga mengkonsultasikan binatang piaraannya dengan dokter hewan di acara tersebut.
Secara terpisah, Ken Aty Wardhani, Ketua Yayasan Mandiri Tunas Global yang menaungi Sekolah Tunas Global, mengungkapkan kebahagiaannya terhadap pelaksanaan acara ini. Sebagai pemrakarsa program dr. Doolittle’s Day, Aty Wardhani berharap acara tersebut bisa memberikan hiburan sekaligus mengedukasi pengunjung khususnya siswa Sekolah Tunas Global mengenai kehidupan binatang. Dengan demikian, nantinya mereka bisa lebih bersikap peduli terhadap kelangsungan hidup binatang tersebut. ”Di samping kehidupan kita sebagai manusia, juga ada

Baca Selengkapnya....

10 Januari 2009

Merangsang Siswa Menggemari Matematika

Selama ini mata pelajaran Matematika selalu dianggap sulit dan menakutkan bagi para siswa. Beberapa diantaranya malah ada yang beranggapan Matematika sebagai pelajaran yang tidak menarik. Otomatis, mereka pun menganggap komponen–komponen di dalamnya seperti aritmetika, logika matematika, aljabar, geometri, trigonometri, kalkulus, dan materi aplikasi lainnya yang selama ini menjadi satu kesatuan yang membebani matematika, memiliki predikat menakutkan pula.

Padahal karakteristik masing–masing komponen di atas sangatlah berlainan, meskipun esensinya serupa. Kurikulum mengamanatkan agar materi pembelajaran dapat dikemas dengan baik sehingga mudah dipahami oleh siswa. Maka, pemahaman Matematika secara gamblang dan mudah dipahami akan merangsang siswa untuk menggemari mata pelajaran ini.
Untuk itu, pengajar perlu tahu lebih dalam tentang latar belakang siswanya, misalnya keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Termasuk suasana hatinya saat sedang melakukan interaksi belajar. Upaya mengalihkan perhatian agar lebih serius dalam belajar bisa disiasati dengan menanyakan suasana atau kejadian menyenangkan yang mungkin baru saja dihadapi siswa tersebut.

Perlu Kreativitas Guru

Bagaimanapun kreativitas pengajar sangat diperlukan. Di antaranya dengan menunjukkan gaya mengajar dengan tutur kata yang menarik di mata siswa. Menumbuhkan kecintaan siswa dengan menggali manfaat yang bisa diambil dari pelajaran yang sedang dihadapi. Memperhatikan keseriusan siswa dalam interaksi di kelas, dengan pilihan materi yang selaras situasi yang sedang dihadapi siswa. Bila memungkinkan, sajikan materi yang kontekstual dengan sajian bahasa yang dipahami siswa.
Bagaimanapun beratnya tuntutan tersebut perlulah disikapi agar tidak menumbuhkan kebosanan. Misalnya memberikan nuansa berbeda, baik dengan selingan–selingan segar berupa cerita jenaka, atau hal lain yang diinginkan siswa sepanjang tidak menyimpang dari tuntutan pendidikan.
Kenalkan siswa dengan Matematika melalui tokoh–tokoh matematikanya serta proses ditemukannya teori matematika. Pemahaman sejarah matematika akan memberi gambaran pada siswa bahwa Matematika sebenarnya bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan kita.
Jangan lupa, penggunaan alat peraga dalam pelajaran Matematika juga sangat penting. Nah, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, mudah-mudahan Matematika tak akan menjadi momok bagi siswa.

Baca Selengkapnya....

27 November 2008

Sekolah Inklusi

Membantu Siswa Belajar Tentang Kehidupan Sekolah inklusi?! Apa sih sekolah inklusi itu? Filosofi yang mendasari lahirnya sekolah inklusi adalah keyakinan bahwa setiap anak (termasuk anak dengan kebutuhan khusus, baik karena gangguan perkembangan fisik maupun mental), berhak untuk memperoleh pendidikan seperti layaknya anak-anak lainnya dalam lingkungan yang sama.
Secara lebih luas, ini bisa diartikan bahwa anak-anak (baik yang normal maupun yang dinilai memiliki gangguan perkembangan) selayaknyalah dididik bersama-sama dalam sebuah komunitas.
Dengan demikian, di sebuah kelas sekolah inklusi, Anda akan menjumpai Lili, misalnya, seorang siswi tunarungu, yang duduk bersama teman-temannya tengah membahas soal matematika. Sementara di kelas yang lain, ada Dedy, yang menderita cerebral palsy, yang duduk di kursi roda dan memakai berbagai alat bantu dalam membaca dan menulis. Di kelas lainnya lagi, ada Herman, yang hiperaktif, tengah belajar sastra bersama teman-teman sekelasnya.
Unik
Bila selama ini kita lebih mengenal adanya sekolah khusus untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus (misalnya sekolah untuk anak tunanetra, tunarungu dan sebagainya), maka sekolah inklusi justru menyatukan anak-anak tersebut dalam sebuah komunitas bersama.
Uniknya, riset membuktikan, bahwa model sekolah inklusi ternyata membawa dampak yang positif, baik bagi siswa yang normal maupun siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Kekhawatiran bahwa siswa normal akan "dirugikan" secara akademik, sama sekali tidak terbukti. Justru siswa normal akan mendapat keuntungan dari program ini, karena mereka dapat belajar menjadi anak yang lebih bijak serta memiliki pengetahuan maupun wawasan yang lebih luas tentang kehidupan.
Prestasi dan motivasi anak-anak yang berkebutuhan khusus, juga kian meningkat di sekolah inklusi, dibandingkan bila mereka berada di sekolah-sekolah khusus. Sekolah inklusi telah berhasil menciptakan lingkungan yang unik, sekaligus mampu merangsang pertumbuhan serta perkembangan anak didik menuju kepada hal-hal yang baik.
Di sekolah inklusi, mereka tidak semata mengejar kemampuan akademik, lebih dari itu, mereka sedang belajar tentang kehidupan itu sendiri.Ingat, sekolah yang mampu menghasilkan anak-anak yang "sukses" adalah sekolah yang menghargai keunikan setiap siswanya, dan mampu menyediakan wadah yang tepat bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Selengkapnya....

05 Januari 2008

Hero How They Should Be

Oleh: Dara*

“We need a hero, courageous sacrificing people, setting examples for all of us. Everybody loves a hero, people line up for them, cheer for them, scream their names, and years later tell how they stood in the rain for hours just to get a glimpse of the one who told them to hold on a second longer. I believe theres a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble. And finally gets us to die with pride. Even though sometimes we have to be steady and give up the thing we want most, even our dream.”

- May Parker, Spiderman 2


Hero, sosok yang sering disebut sebagai “pembela kebenaran”, ataupun “pembela yang lemah”. Dahulu, segala sesuatu tentang pahlawan biasanya dikaitkan dengan perang – di medan perang maupun membasmi “kejahatan”. Namun, sebenarnya definisi pahlawan tergantung pada setiap individu. Sebab, manusia butuh seseorang yang dapat menolongnya dari sisi kegelapan dirinya. Jadi, hero bisa saja merupakan orang-orang yang ada di sekitar kita. Perhatikan saja. Siapa yang mau mendengarkanmu saat kesusahan? Gak mungkin dong kita curhat ke Superman atau Batman…

“People won’t know peace if they don’t face a war. And they wouldn’t know how important is a hero if they didn’t know it feels when there is no hero…”

- Anonym

Saking pentingnya pahlawan, orang-orang sampai membuat pahlawan versi mereka sendiri, dengan segala kemampuan yang diinginkan si pembuat. Bahkan, hampir setiap negara punya pahlawan khayalan yang datangnya bisa dari mitologi, legenda, ataupun karangan seseorang. Sampai sekarang pun orang-orang tetap mempertahankan berbagai legenda tersebut melalui berbagai cara, entah lewat film, cerita, games. Berikut beberapa contoh pahlawan khayalan dari berbagai negara (termasuk film dan games):

. Yunani – Herkules
Herakles (Hercules dalam bahasa Romawi) merupakan anak dari Zeus dengan seorang wanita dari golongan manusia. Dia merupakan pahlawan Yunani yang di dalam mitologi selalu berusaha membantu masyarakat Yunani dalam menghadapi kesulitan yang diakibatkan monster ataupun ulah dari raja dan penguasa yang jahat. Herkules juga pernah diangkat menjadi film animasi oleh Disney dan menjadi salah satu worlds di game “Kingdom Hearts”.

. Amerika (Kolaborasi) – Justice League
Saking banyaknya tokoh-tokoh superhero yang diciptakan Amerika, dibuatlah perkumpulan para superhero terpilih dari DC Comics yang beranggotakan Superman, Batman, Wonder Woman, Flash, Green Lantem, Aquaman dan The Martian Manhunter.

. Jepang – Sailormoon
Tentunya serial ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sailormoon adalah salah satu manga yang fenomenal, terutama untuk kategori heroine (pahlawan cewek). Kesuksesannya membuatnya juga dibuat versi live action dan gamesnya. Bisa dibilang Sailormoon sebagai pelopor manga-manga shoujo yang mengatakan “Berubah!” sebelum bertarung dengan musuhnya.

“Being a hero is about the shortest lived profession on earth.”

- Will Rogers

Namun, sebanyak apapun fictional heroes itu, mereka tak akan pernah ada. Mereka hanyalah “buatan”. Beberapa dari mereka mungkin sangat sempurna. Tetapi, pahlawan yang sebenarnya juga manusia, pasti punya kelemahan dan tak bisa terus menerus menjadi pahlawan.

Menjadi Pahlawan

Di samping itu, banyak orang yang ingin menjadi “pahlawan”. Lihat saja perilaku seorang anak setelah melihat aksi “Power Rangers” di layar kaca. Di masa kini, alasan seseorang ingin menjadi seorang “pahlawan” untuk seseorang dan sesuatu yang dicintainya adalah untuk melindunginya. Nah, bagaimana caranya menjadi seorang pahlawan di jaman ini?

“In our world of big names, our true heroes tend to be anonymous. In this life of illusion and quasi-illusion, the person of solid virtues who can be admired for something more substantial than his wellknowness often proves to be the unsung hero: the teacher, the nurse, the mother, the honest cop, the hard worker at lonely, underpaid, unglamorous, unpublicized jobs.”

- Daniel J. Boorstin

Seperti kutipan di atas, maka profesi seperti dokter, guru, polisi dan sebagianya, bisa dikategorikan sebagai pahlawan masa kini. Dengan menjadi orang-orang seperti di atas, kita bisa membantu yang lemah. Persis seperti yang dilakukan para samurai, ksatria, dan pahlawan di jaman dahulu. Tapi sesungguhnya semua profesi yang baik merupakan pekerjaan sebagai pahlawan. Setidaknya, bila kita tak menjadi profesi di atas, membina keluarga yang baik juga merupakan tindak kepahlawanan.

Jadi, mulailah memikirkan masa depanmu dan belajar sebaik-baiknya! Nah, jadi pahlawan seperti apakah kau di masa depan? Pahlawan bagi penjahat, atau bagi orang yang lemah? Semuanya tergantung padamu.

*Penulis adalah siswi kelas 9 Einstein, Sekolah Global Mandiri



[+/-] Selengkapnya...


Baca Selengkapnya....

14 Desember 2007

Menghalau Stres Saat Ujian

Oleh: Fara Mariyah Djuchri*

Stres bisa menimpa siapa saja. Baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda, bahkan anak-anak, semua bisa dilanda stres. Di kalangan pelajar, stres biasanya datang menjelang atau kala ujian tiba.

Stres saat ujian bisa banget terjadi, apalagi pada pelajaran yang sulit buanget... Kalau nggak diatasi, bisa kacau balau! Yang bisa terjadi, nilai jelek dan yang menakutkan, kemarahan orang tua kita. Jadi, J- Magz punya beberapa tips untuk yang stress...

1. Siapkan Peralatan Ujian yang Lengkap
Mempersiapkan peralatan dengan lengkap itu wajib hukumnya. Peralatan sekolah seperti pensil 2b, pulpen, dan penghapus, jangan sampai ketingalan!

2. Datang Lebih Cepat
Usahakan datang jangan terlambat agar kamu punya waktu untuk belajar dan mempersiapkan mental dan fisik kamu.

3. Jangan Tegang, Tetap Santai dan Percaya Diri
Hindari pikiran negatif yang membuat kamu gelisah dan tegang, seperti perasaan takut gagal.

4. Hindari Menyontek
Terkadang jika kamu kesulitan dalam mengerjakan ulangan atau ujian, atau ragu akan jawaban sendiri, kamu bisa saja melihat pekerjaan teman. Sebaiknya ini dihindari, karena jika kamu menyontek, kemungkinan terjeleknya kamu ketahuan oleh pengawas. Makanya, percaya diri and do your own !

5. Jangan Terburu-buru, dan Check It Again
Sebaiknya jangan terburu-buru dan check pekerjaan kita sampai 3 kali. Kalau sudah merasa benar, baru kumpulkan pekerjaanmu.

Nah, mudah-mudahan tips di atas berguna bagi kamu untuk menghalau stres yang menghadang kala ujian tiba. Ingat, ketimbang dilanda stres karena memikirkan ujian, lebih baik kamu “sedia payung sebelum hujan”. Mengulang pelajaran di rumah sebaiknya dilakukan secara rutin, jangan belajar hanya pada saat menjelang ujian tiba!

*Penulis adalah murid SMP Global Mandiri Kelas 8 Copernicus



[+/-] Selengkapnya...


Baca Selengkapnya....