:
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2009

Kreatif Menyiasati Krisis Ekonomi Global

Krisis global yang kini sedang melanda dunia internasional, termasuk Indonesia, telah membuat ribuan tenaga kerja di sejumlah perusahaan-perusahaan besar harus dirumahkan. Hal ini tentu membuat kita tak bisa berdiam diri dan merenung memikirkan nasib. Justru kita harus segera bangkit dari keterpurukan itu dan memutar otak, bagaimana cara yang paling kreatif untuk menghasilkan uang dari bisnis yang sesungguhnya bisa kita bangun sendiri.

Kreatifitas bisa datang kapan saja menghampiri otak kita. Asal Anda niat, ide-ide kreatif bisa muncul darimana saja. Ketika Anda ingin memanggil kreatifitas Anda dalam menentukan bisnis apa yang akan Anda geluti, maka sebaiknya, Anda menggali dulu potensi atau hobi apa yang dimiliki oleh diri Anda, yang bisa dijadikan peluang bisnis. Bisnis berdasarkan hobi akan menyenangkan bagi anda sekaligus menghasilkan uang. Pikirkan hobi yang pernah anda jalankan dan pikirkan pula alokasi waktu luang untuk menunjang hobi anda.
Banyak bisnis rumahan yang dibangun atas dasar kemampuan teknis dan juga jasa, dan banyak pula yang didasari atas kemampuan mengembangkan seni dan kerajinan.
Jika Anda sedang kehabisan inspirasi, mungkin artikel berikut ini bisa menjadi masukan berharga, dalam memilih bisnis apa yang akan Anda tekuni.
• Studio Seni dan Kerajinan Tangan. Jika melukis atau menggambar adalah hobi anda, buatlah studio seni di rumah. Selain mendapatkan tempat untuk mengerjakan hobi anda, bisa juga anda melakukan bisnis dengan membuka kursus atau pelatihan. Untuk menambah keunikan, Anda juga bisa menggunakan barang-barang bekas sebagai asesoris yang Anda gunakan.
• Bisnis Fotografi. Dengan bermodal kamera digital, komputer dan printer, serta penguasaan teknik retouch foto, maka anda dapat menjalankan bisnis ini dari bawah.
• Seni Musik. Biasanya ada saja orang yang tertarik untuk mengikuti pelajaran seni musik, atau seni suara. Jika anda mempunyai latarbelakang di bidang itu maka anda juga bisa menularkannya pada siapa yang membutuhkan. Tak perlu langsung pelajaran rumit, mungkin Anda bisa memulainya dari yang paling sederhana.
• Seni Menyulam. Mulailah mempromosikan hasil rajutan Anda kepada orang-orang terdekat Anda. Anda bisa menjual hasil sulaman Anda atau bisa pula menjual jasa mengajarkan teknik menyulamnya. Dan uniknya hasil sulaman, merajut atau kerajinan seputar itu dihargai lebih dibanding buatan pabrik. Anda bisa memulai bisnis dengan menyulan hiasan, baju-baju bayi, selimut.
• Seni kayu. Banyak sudah kita lihat di televisi, profil-profil pengusaha yang sukses dengan mendalami hobi seni kayu. Anda bisa mulai dengan memproduksi mainan dari kayu, patung-patungan, kursi, meja kecil ataupun rumah boneka.
• Penulis. Bila Anda adalah pribadi yang senang menulis, maka pekerjaan yang satu ini bisa menjadi andalan Anda. Di awal langkah, Anda bisa berlatih dengan menulis semua yang ada di benak Anda, setelahnya baru Anda rangkaikan menjadi satu cerita. Di langkah kedepan, siapa tahu Anda bisa menjadi penulis buku cerita anak atau biografi.
• Pemahat Es. Anda yang memiliki jiwa seni desain yang tinggi, mungkin bisa mencoba peluang usaha untuk menjadi pemahat es. Anda bisa menawarkan jasa ini kepada para pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan, dengan pahatan es atas inisial nama atau gambar di acara pernikahannya.

Baca Selengkapnya....

26 November 2008

Nilai yang Berbeda

Ada 3 kaleng Coca-cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng Coca-cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng Coca-cola pertama diturunkan di sini.Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Coca-cola lainnya dan diberi harga Rp 4 ribu.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingindan dijual dengan harga Rp 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng Coca-cola ketiga diturunkan di sana.
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika dikeluarkan,kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Coca-cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 60 ribu!
Sekarang, pertanyaannya adalah: Mengapa ketiga kaleng Coca-cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama? Lingkungan mencerminkan harga. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.
Apabila berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri, maka akan menjadi cemerlang. Tapi bila berada di lingkungan yang meng-kerdil-kan diri maka akan menjadi kerdil.(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA!

Baca Selengkapnya....

05 Januari 2008

Kiat Berbisnis di Tahun Tikus

Sesuai namanya, Tahun Tikus Api di Dalam Gudang, maka di tahun 2008 ini bakal diwarnai dengan nuansa angin-anginan. Laksana tikus, tahun ini juga penuh dengan aroma keserakahan yang membalut ambisi banyak orang termasuk pengusaha.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang berbagai hal yang perlu dilakukan kala berbisnis di Tahun Tikus 2008:


Keserakahan

Itulah yang sebaiknya Anda hindarkan di tahun ini. Sebab, keinginan untuk mengejar sesuatu yang besar tanpa mengukur kemampuan diri sendiri akan membuat Anda terjerumus ke dalam tindakan spekulatif yang tidak menguntungkan.

Jangan Terpancing

Jangan terpancing dan tergoda untuk melakukan investasi besar-besaran hanya untuk mengejar keuntungan fantastis yang sebenarnya tidak realistis! Namun, berkat sistem teknologi yang canggih, bisnis di tahun ini bakal lebih baik.

Petualang Bisnis

Mau cepat kaya tapi tidak mau berjuang secara riil, sok pamer, ambisius yang membuta, nekad dan gegabah, tidak sabaran, mau serba instan dan dan cenderung mengambil jalan pintas, merupakan cerminan perilaku yang banyak melanda para petualang bisnis di tahun ini.

Tekun dan Waspada

Ketekunan dan sikap selalu berhati-hati, tidak mudah terpancing iming-iming yang menggiurkan, dalam menangani aktifitas bisnis di tahun ini merupakan kunci terbaik untuk mensiasati situasi bisnis yang sepertinya mulai bergeliat tapi masih rentan terhadap keterpurukan.
Konsentrasi

Berkonsentrasi pada bisnis-bisnis yang konvensional, merawat hubungan relasi dengan cara-cara yang wajar, tidak memblow-up janji-janji dan tidak memaksakan kehendak secara berlebihan serta tidak melakukan banyak perubahan kebijakan maupun terobosan-terobosan spekulatif adalah langkah bijak yang siap mengantarkan Anda untuk bisa bertahan dan sukses di antara pergolakan bisnis yang sarat dengan strategi persaingan yang makin memanas di Tahun Tikus 2008 ini.

Defensif

Langkah defensif akan lebih membantu melancarkan aktifitas maupun rutinitas bisnis Anda ketimbang langkah-langkah agresif yang berorientasi pada pencapaian sasaran yang muluk-muluk. Terobsesi hanya pada hal-hal yang besar saja dan lalai dalam menangani yang kecil, akan sangat berbahaya dan bisa memunculkan kerugian yang fatal.

Ambisius

Mereka yang terlalu ambisius, tidak berkonsentrasi pada pangsa pasar yang sudah digenggam dan tidak sabaran serta meremehkan transaksi bisnis kecil-kecilan yang rutin, cenderung malah akan terjerambab bahkan mungkin terpuruk dalam kekecewaan.

Nah, semoga di Tahun Tikus 2008 ini, bisnis Anda semakin lancar!



[+/-] Selengkapnya...


Baca Selengkapnya....

14 Desember 2007

Menemukan Peluang

Oleh : Emanuel Agung*

Antusiasme adalah aliran listrik yang membuat mesin kehidupan meluncur dengan kecepatan tinggi.
B.C. Forbes.


Tanpa kita sadari, peluang usaha sebenarnya ada di mana-mana. Mari kita analisa bersama. Dalam perjalanan kita ke dan dari kantor, perjalanan wisata, atau setiap perjalanan yang kita lalui. Kita akan melihat begitu banyak kios usaha di sepanjang perjalanan kita tersebut. Mulai dari kedai sederhana sampai restoran besar, mulai dari outlet kecil hingga gedung yang permanen. Saya yakin jumlah outlet yang Anda temui dalam perjalanan Anda tersebut jumlahnya lebih dari 15 buah. Silahkan Anda cek Sendiri!

Biasanya, mereka membuka usaha sesuai dengan kebutuhan lokasi di tempat itu. Misalnya di sekitar kampus pasti ada kios foto copy, rumah kos, warung makan, warnet, toko buku atau alat tulis, wartel, kursus keterampilan dan lain-lain. Di sekitar perumahan, biasanya ada minimarket, toko kelontong, kios air isi ulang, apotek, taman bermain atau sekolah dan banyak lagi. Kuncinya cuma satu: Tawarkan kebutuhan yang paling diperlukan di lingkungan sekitar.
Kalau kita analisa lebih dalam lagi dan memperhatikan outlet tersebut, pasti ada beberapa outlet nantinya akan berubah. Ada outlet yang berubah menjadi lebih besar dan lebih maju, ada juga outlet yang surut dan akhirnya tutup.
Mari kita menganalisa lebih dalam lagi, kenapa outlet yang menjajakan produknya di sini berhasil tetapi di sana tidak berhasil, atau di sana berhasil tetapi di sini tidak berhasil. Hal yang menarik adalah, walaupun banyak yang tutup, banyak juga orang yang membuka usaha sejenis.
Keberhasilan membutuhkan semangat optimisme dan keyakinan tinggi, karena masa depan usaha itu tergantung semangat orang yang mengerjakannya. Biasanya, kios atau outlet usaha yang mampu bertahan memiliki keunikan atau konsep khusus. Jadi, ciptakan konsep yang lebih kuat agar mudah diingat oleh target pasar yang kita tuju.
Di tengah persaingan bisnis yang saat ini semakin ketat, menggunakan strategi dari literatur kerakyatan bangsa Cina ”Ilmu mengail di air keruh” bisa dimanfaatkan. Dalam strategi ini, kuncinya jangan takut tercebur di air keruh. Strategi ini menuntut kita untuk tidak takut dan tetap memanfaatkan peluang di tengah maraknya persaingan.
Untuk mendapatkan peluang dalam persaingan tersebut, kita dituntut harus berpikir lebih kreatif, lebih waspada dan lebih pantang menyerah dibanding para pesaing.
Mengingat saya berbisnis pada makanan, maka kunci utamanya adalah rasa. Konsep yang perlu dibuat adalah menciptakan rasa yang harus lebih lezat dari kompetitor yang ada. Di sisi lain, kemasan yang dibuat juga memiliki value, ada informasi spektakuler. Gayungpun bersambut. Sebagai pendatang baru di saat usianya masih 7 bulan, Rehot Burger bisa mendapatkan 5 mitra yang berani membuka outlet Rehot Burger di tempat mereka. Strategi ikut mengail di air keruh ini akhirnya terbukti. Nikmat bukan?
Pokoknya, jangan takut mengobok-obok dan mengail di air keruh, Anda pasti kebagian ikan . Buktikan saja!

*Penulis adalah seorang praktisi jasa boga



[+/-] Selengkapnya...


Baca Selengkapnya....