
Sekolah saja ternyata tidak cukup. Di era globalisasi seperti saat ini, tentu saja kita membutuhkan banyak faktor untuk dapat bersaing dengan yang lain, khususnya di bidang pengembangan karir maupun pendidikan. Nah, untuk itu, kursus akademis maupun keterampilan, rasanya akan sangat membantu Anda maupun si buah hati. Mau tahu apa komentar warga tentang kursus? Silakan simak opini berikut ini:
Limo
Penting Untuk Wawasan Anak
Saya sengaja memasukan si kecil untuk kursus Bahasa Inggris. Di sekolahnya diajarkan, tapi rasanya nggak cukup. Akan lebih bagus bila si kecil juga kursus di luar jadi wawasannya bisa bertambah.
Chandra
Cimanggis
Menggali Potensi Anak
Kebetulan anak saya senang sekali menari. Nggak ada salahnya saya masukan sanggar tari biar lebih tergali potensi dan bakat seninya.
Fikri
Margonda
Biar Nggak Ketinggalan
Saya sengaja ambil kursus Mandarin karena di sekolah ada pelajaran itu. Jadi biar nggak ketinggalan sama teman-teman di sekolah, saya ambil kursus Mandarin di luar.
Mel
Depok II
Biar Nggak Gaptek
Aku ambil kursus komputer biar nggak gaptek (gagap teknologi). Jadi kalau anak bertanya ini dan itu tentang komputer, aku bisa menjawabnya.
Putri
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
22 April 2009
Buat Apa Ikut Kursus…..?
Diposting oleh
Majalah Adinfo Depok
Pukul
Rabu, April 22, 2009
0
komentar
Rubrikasi Opini
28 November 2008
Pelajaran Favoritku….?!
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formil tak selamanya memberikan pelajaran yang sifatnya akademis. Ilmu tambahan non akademis pun menjadi santapan para siswa dan siswi di sekolah. Nah, berikut opini mereka tentang pelajaran favorit di sekolah:
Suka Me
nggambar Tak Suka Menyanyi
Aku paling suka pelajaran menggambar. Gambar favoritku bunga-bungaan. Tapi aku nggak suka kalau disuruh menyanyi sendiri di depan kelas. Suaraku bisa hilang. Kalau nyanyi ramai-ramai sih bisa!
Erni(Pesona Khayangan)
Main Bola
Main bola itu olahraga favoritku di sekolah. Di lapangan aku bisa bebas ngapain aja bersama teman-teman. Lari-larian, berantem-beranteman. Enak lho!
Gading (Margonda)
Suka Me
nggambar Tak Suka MenyanyiAku paling suka pelajaran menggambar. Gambar favoritku bunga-bungaan. Tapi aku nggak suka kalau disuruh menyanyi sendiri di depan kelas. Suaraku bisa hilang. Kalau nyanyi ramai-ramai sih bisa!
Erni(Pesona Khayangan)
Main Bola
Main bola itu olahraga favoritku di sekolah. Di lapangan aku bisa bebas ngapain aja bersama teman-teman. Lari-larian, berantem-beranteman. Enak lho!Gading (Margonda)
Matematika Itu Asyik Lho

Sebenarnya matematika itu asyik lho! Apalagi kalau soalnya ada gambarnya. Waktu tes kemarin, aku dapat nilai sepuluh. Seneng banget lho!
Imel (Limo)
Mentok Di Bahasa Indonesia

Tes tengah semester kemarin, semua nilaiku bagus kecuali pelajaran Bahasa Indonesia, dapat enam. Duh sedih banget! Tapi Mama nggak marah, aku disuruh belajar lebih giat lagi sama Bu Guru.
Wawa (Cimanggis)
Diposting oleh
Majalah Adinfo Depok
Pukul
Jumat, November 28, 2008
0
komentar
Rubrikasi Opini
05 Januari 2008
Duh, Hari Gini Antre Minyak Tanah!

Antri, antri! Duh, di negeri tercinta yang buminya dikenal memiliki banyak kandungan bahan mentah minyak, kini masyarakatnya, termasuk di kawasan Depok, harus bersabar-sabar untuk antri membeli minyak tanah.
Terlepas dari banyaknya kasus penimbunan minyak, serta adanya program dari pemerintah agar masyarakat beralih dari kompor minyak ke kompor gas, antri demi minyak tanah, hari gini pula, sungguh kegiatan yang melelahkan. Berikut opini warga Depok dan sekitarnya tentang antri demi mendapatkan minyak tanah:
Jangan Ditimbun Dong…!
Pusing tujuh keliling! Kadang hujan-hujan pun kami harus antri di pangkalan supaya nggak kehabisan minyak tanah. Kami kan sudah terbiasa menggunakan kompor minyak tanah, jadi susah juga kalau harus beralih ke kompor gas. Jadi, tolong dong jangan ditimbun, kami bisa nggak masak neh...
Putri
Cimanggis
Kompor Minyak dan Kompor Gas, Sama-sama Susah
Saya sih nggak pakai kompor minyak. Sejak dulu sudah pakai kompor gas. Tapi sebenarnya, kompor minyak dan kompor gas sama saja, sama-sama mahal. Harganya terus naik. Begitu deh, bumi kita kaya kandungan gas dan minyak mentah tapi rakyatnya susah untuk dapat dua-duanya.
Dinda
Mekarsari
Bikin Deg-degan
Aduh, minyak tanah jangan timbul tenggelam dong, kadang ada, kadang nggak, jadi bikin deg-degan. Untuk ibu rumah tangga jelas bikin senewen. Mau masak untuk keluarga repotnya bukan main, sudah harga sembako naik, minyak tanah langka pula. Pusing nggak sih.
Khodijah
Pal UI
Terlepas dari banyaknya kasus penimbunan minyak, serta adanya program dari pemerintah agar masyarakat beralih dari kompor minyak ke kompor gas, antri demi minyak tanah, hari gini pula, sungguh kegiatan yang melelahkan. Berikut opini warga Depok dan sekitarnya tentang antri demi mendapatkan minyak tanah:
Jangan Ditimbun Dong…!
Pusing tujuh keliling! Kadang hujan-hujan pun kami harus antri di pangkalan supaya nggak kehabisan minyak tanah. Kami kan sudah terbiasa menggunakan kompor minyak tanah, jadi susah juga kalau harus beralih ke kompor gas. Jadi, tolong dong jangan ditimbun, kami bisa nggak masak neh...
Putri
Cimanggis
Kompor Minyak dan Kompor Gas, Sama-sama Susah
Saya sih nggak pakai kompor minyak. Sejak dulu sudah pakai kompor gas. Tapi sebenarnya, kompor minyak dan kompor gas sama saja, sama-sama mahal. Harganya terus naik. Begitu deh, bumi kita kaya kandungan gas dan minyak mentah tapi rakyatnya susah untuk dapat dua-duanya.
Dinda
Mekarsari
Bikin Deg-degan
Aduh, minyak tanah jangan timbul tenggelam dong, kadang ada, kadang nggak, jadi bikin deg-degan. Untuk ibu rumah tangga jelas bikin senewen. Mau masak untuk keluarga repotnya bukan main, sudah harga sembako naik, minyak tanah langka pula. Pusing nggak sih.
Khodijah
Pal UI
Diposting oleh
Majalah Adinfo Depok
Pukul
Sabtu, Januari 05, 2008
0
komentar
Rubrikasi Opini
Langganan:
Postingan (Atom)