:

26 Desember 2008

Ternyata Junk Food Sebabkan Diabetes Pada Anak!

Berapa kali dalam seminggu anak Anda membawa bekal ke sekolah dari rumah? Berapa banyak uang saku yang Anda berikan? Berhati-hatilah jika Anda kerap memberikan uang saku pada anak. Salah-salah uang saku itu hanya habis untuk membeli junk food. Mengkonsumsi junk food sekali seminggu saja bisa berakibat diabetes dan obesitas pada anak-anak. Sebaiknya intip hasil riset di India ini!

Sebuah hasil riset yang dipublikasikan di India Gazette bulan lalu mengungkapkan bahwa 85% dari anak-anak usia 10-14 tahun, didiagnosa terancam diabetes karena kebiasaan makan yang tidak sehat.
Riset yang dilakukan oleh Delhi Diabetes Research Centre (DDRC) di bawah bagian dari Scheme of The Delhi melibatkan 5.802 anak sekolah di ibu kota. Penelitian difokuskan pada masalah obesitas dan perlunya mengubah pola makan yang cenderung meniru ‘mimic western lifestyle’.
Hasil riset menyebutkan, sedikitnya 11% anak-anak lebih suka jajan di kantin sekolah saat makan siang dan tidak membawa bekal dari rumah. Sementara 81% anak-anak mengunjungi gerai fast food minimal sekali seminggu. Terlebih lagi 62% anak-anak lebih suka junk food seperti burger atau pizza ketimbang sayuran dan 47% minum soft drink sedikitnya sekali sehari. Tak hanya itu, 25% dari anak-anak tidak melakukan olahraga di sekolah. Di rumah jumlah mereka berkurang setengahnya, 13%nya tidak bermain di luar rumah. Lebih dari jumlah ini, 35% anak-anak menggunakan waktunya lebih banyak untuk nonton TV dan bermain games di komputer.
“Anak-anak yang kelebihan berat badan ini memiliki 70% peluang untuk menjadi orang dewasa yang gemuk dan berisiko menderita diabetes, sakit jantung dan tekanan darah yang berakibat pada tingkat produktivitas dalam populasi penduduk negara,” tutur Ashok Jhingan, ketua DDRC.
Risiko ini bertambah jika dikaitkan dengan sejarah kesehatan keluarga. Sedikitnya 10% dari anak-anak yang diteliti memiliki orang tua penderita diabetes. Dengan kata lain 1 dari 5 anak menderita obesitas atau kelebihan berat badan.
Menurut Jhingan, “Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat memicu ‘pre diabetes’ dan kemudian menjadi diabetes tipe 2 pada dewasa. Dua tahun lalu ada 200 ribu penderita diabetes di India, data terakhir sudah menunjukkan angka mendekati 305.000.”

Apa Sih Diabetes Itu?

Diabetes adalah keadaan serius yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Pasien diabetes memproduksi sedikit atau tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sel-sel tubuh mereka tidak dapat merespons insulin secara tepat. Pasien diabetes yang tak terawat akan menjadi beban masyarakat dan pemerintah.
Karena itu sangatlah perlu memperbanyak kegiatan fisik dan menurunkan berat badan agar terhindar atau menurunkan rIsiko diabetes. “Perubahan harus dilakukan di rumah dan pada gaya hidup. Disiplin merupakan kunci utama. Saat ini setiap orang mulai memperhatikan kesehatan tetapi anak-anak tidak,” tegas Jhingan.
Lebih lanjut Jhingan menyebutkan, “Di beberapa sekolah tidak ada halaman untuk bermain, bahkan ada sekolah yang tidak memberi waktu cukup untuk pelajaran olahraga, padahal untuk pelajaran lain ditambahkan.”
Menurutnya, dulu orang tua dan sekolah berkerja sama untuk memberikan makanan bergizi dan mendidik anak-anak, sekarang anak-anak kurang informasi tersebut. “Orang tua sekarang sangat mengutamakan karir dan sedikit memberikan perhatian pada kesehatan anak. Di akhir pekan mereka lebih suka membawa anak-anak ke restoran fast food untuk menebus waktu bersama anak ketimbang memasak makanan sehat di rumah. Ini adalah tindakan yang salah.”
Ditegaskan DDRC, ada kebutuhan mendesak pada tiap sekolah untuk memiliki seorang ahli gizi yang bisa memantau anak-anak dan orang tua mengatasi masalah. “Kalau perlu harus ada modul pendidikan untuk olahraga, jika anak bisa mencapai target olahraga dengan baik bisa diberi angka 10,” jelas Jhingan.
Kenyataan yang ditemui di India tak jauh berbeda dengan yang dialami masyarakat kita. Kini saatnya Anda mengamati dan mengevaluasi apa yang telah Anda lakukan pada anak-anak? Tegakah Anda melihat buah hati menderita diabetes di usia dini? Karena itu, ajaklah mereka berolah raga dan menyantap makanan sehat setiap saat!

Baca Selengkapnya....

Global Art Indonesia


The Best Environment For Art Learning
Global Art adalah pelopor pelatihan seni menggambar dengan sistem Discipline-Based Art Education di Asia. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Global Art telah dikaji dan mendapat dukungan beberapa Institusi Seni dan Desain yang terkemuka.

Berbekal pengalamannya yang luas, Global Art Indonesia akan mengajarkan seni dan kreativitas kepada anak-anak di berbagai usia, dengan berbagai program dan teknik-teknik pengajaran khusus yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Kenapa sih harus belajar art? Anak-anak memerlukan pengalaman yang variatif untuk membantu mereka dalam mengeksplorasi lingkungan mereka. Melalui seni menggambar, anak-anak belajar menghargai keunikan mereka dan orang lain. Proses ini akan memberikan kontribusi pada setiap aspek pengembangan diri anak, seperti Pengembangan Pribadi, Sosial, Fisik, Bahasa, Kognitif, Penerimaan Ide/Kritik, serta Pengembangan Pemikiran Kritis.
Global Art hadir di Indonesia sejak 2003, dan mulai melayani warga Depok dan sekitarnya sejak Desember 2006. Berlokasi di Ruko ITC Depok No. 15, Jl. Margonda Raya, Depok, hingga kini sudah ada sekitar 800 anak yang belajar di Global Art Depok.
Usia belajar yang diberlakukan Global Art Depok adalah antara 4-13 tahun. Selain itu ada pula program untuk usia 13 tahun ke atas (kelas advance) yang tengah dalam masa persiapan.
Memiliki pengajar yang berpengalaman di bidangnya, serta ruang belajar yang nyaman dan kaya fasilitas, tak mengherankan jika banyak siswa-siswi Global Art Depok yang meraih prestasi di bidang seni, antara lain The Best Picture Tingkat Nasional Internal Global Art (foundation level 1 dan 2), Best Creativity Picture (foundation level 2), Best Original Picture (foundation level 3) dan sebagainya.
Ada banyak kelas di Global Art Depok dan terbagi menjadi 2 kategori, yakni level junior (4-5 tahun) dan level basic (6-13 tahun). Hal tersebut sengaja diberlakukan sebab, untuk mencapai keseimbangan otak kiri dan kanan harus melalui proses yang tidak instant agar hasilnya maksimal.
Nah, jika ingin si kecil tumbuh dan berkembang selaras, baik otak kiri dan otak kanannya, segera daftarkan ke Global Art Depok! Untuk keterangan lebih lanjut hubungi 021-77214284.

Baca Selengkapnya....

Mengasah Ilmu dan Keterampilan di Luar Sekolah

Mencari ilmu bisa dimana saja, tak harus di sekolah. Lembaga kursus jelas merupakan alternative atau solusi terbaik. Bukan hanya ilmu atau pelajaran akademis, di Depok banyak pula tempat kursus yang menyediakan layanan kursus keterampilan bahasa asing, komputer, dan sebagainya.

Di jaman globalisasi yang sarat dengan persaingan, terutama di bidang lapangan pekerjaan, jelas jasa lembaga kursus berperan besar untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil di bidangnya masing-masing. Maka, rasanya tak salah jika kami mengangkat tema bisnis lembaga kursus untuk rubrik fokus kali ini.
Tak hanya itu, kami juga menyediakan berbagai artikel serta informasi menarik lainnya bagi Anda para pembaca setia AdInfo. Semoga apa yang kami sajikan bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca!

Baca Selengkapnya....

Al Fauzien Gelar Business Day

Selama seminggu para siswa Al Fauzien mempersiapkan puncak Anti Corruption Week berupa Business Day. Mereka merencanakan sendiri bisnis yang akan mereka buat pada hari itu.
Mereka juga membuat alur kerja dan pembagian tugas pada kelompok masing-masing. Mereka berusaha untuk berbisnis dengan jujur dan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Keuntungan yang mereka peroleh sebagian akan disisihkan untuk membuat Warung Kejujuran sebagai laboratorium perilaku yang menuntut kejujuran. Para siswa pun melakukan promosi kepada komunitas sekolah pada 14 Nopember 2008.
Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan tertib. Ada gerai makanan dan minuman, ATK, ikan hias, aksesoris, burger, book café, nonton hemat, pop ice, penyewaan buku, permainan balon dan pemancingan. Para siswa sangat proaktif dalam menawarkan dagangannya
Kelompok yang paling banyak memperoleh keuntungan adalah kelas 3 yang anggotanya terdiri dari Mahdy, Akbar, Momi, Aya dan Izza. Jumlah keuntungan yang mereka peroleh Rp 435 ribu. Mereka mendapat penghargaan dari sekolah sebagai enterpreuner cilik.
Insya Allah apa yang telah mereka lakukan akan menjadi awal dari gerakan membangun pribadi jujur dan anti korupsi seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Baca Selengkapnya....

Klinik Akupunktur & Akupresur Meridien

Stroke, Pembunuh No. 3 di Indonesia
Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika, dimana kasus kegemukan akibat junk food terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data statistik, di Amerika, setiap tahun terjadi 750 ribu kasus stroke baru. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit ada satu orang di Amerika yang terkena stroke.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penderita stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah penyakit jantung dan kanker. Bahkan menurut survey tahun 2004, stroke meupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembunuh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh sebab yang lain.

Stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak. Hampir 80 persen pasien di Klinik Akupunktur dan Akupresur Meridien mengalami stroke jenis ini.

Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah, akibatnya darah merembas ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorragik terjadi pada penderita hipertensi.

Gejala-gejala stroke yang harus diwaspadai antara lain, kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh, hilangnya sebagian penglihatan dan atau pendengaran, penglihatan ganda, pusing, bicara tidak jelas (rero), hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih, ketidakseimbangan dan terjatuh, pingsan, dan lain-lain.

Bahkan kini, The National Institute of Health di Amerika merekomendasikan akupunktur dalam program rehabilitasi stroke. Akupunktur diketahui mempercepat penyembuhan dan pemulihan kembali gerak motorik dan pergerakan sehari-hari.
Menurut ilmu akupunktur, pasien stroke kekurangan chi (qi) di meridian hati dan terlalu banyak chi (qi) di meridian empedu. Oleh karena itu ke dua organ vital tersebut harus ditangani secara intensif, dilanjutkan dengan moksibasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada Klinik Akupunktur dan Akupresur Meridien tidak hanya kedua organ vital tersebut yang ditangani, akan tetapi juga diperiksa organ lain yang bermasalah, karena Dra. Budi Agustinah menganggap organ lain yang bermasalah harus juga ditangani, sehingga pasien-pasien yang sudah pernah di akupunktur, setelah datang dan ditangani Klinik Akupunktur dan Akupresur Meridien pastilah akan surprise karena banyaknya jarum akupunktur yang dipakai pada titik-titik meridian, sehingga banyak pasien yang berkomentar klinik yang ditangani oleh Dra. Budi Agustinah tidak pelit dengan jarum. Perlu diketahui, jarum yang dipakai adalah jarum sekali pakai yang harganya tidak murah.

Kota Depok pun kini mulai dikenal oleh masyarakat luas karena hadirnya Klinik Akupunktur dan Akupresur Meridien sebagai klinik penyembuh stroke dengan tingkat keberhasilan 95 persen. Klinik Akupunktur dan Akupresur Meridien juga menerima konsultasi gratis untuk segala jenis penyakit yang dapat disembuhkan melalui penanganan akupunktur dan akupresur.

Baca Selengkapnya....